Sejarah


Sejarah

    Pesantren Adalah Bidang Garapan Yang Menempati Posisi Penting Dan Strategis Dalam Rehab Kehidupan Bermasyarakat. Pesantren Berfungsi Mengarahkan, Membimbing Dan Membina Potensi Dasar Yang Ada Pada Diri Manusia Sesuai Dengan Fitrahnya. Sebagaimana Hadist Riwayat Muslim,

;Setiap Anak Dilahirkan Dalam Keadaan Fitrah, Ayah-Ibunyalah Yang Menjadikan Ia Yahudi, Nasrani Atau Majusi ;

 Pesantren Tidak Hanya Sebagai Wahana Untuk Mentransfer Ilmu Pengetahuan Namun Jauh Lebih Penting Adalah Bagaimana Menanamkan Nilai-Nilai Pada Diri Santri. Hal Inilah Yang Kadang Dilupakan, Padahal Solusi Dari Permasalahan Krisis Multi Dimensi Saat Ini Adalah Kurangnya Perhatian Pada Penanaman Nilai-Nilai Kepada Santri.

 Yayasan Al Iman Pondok Pesantren Hidayatullah Mataram Hadir Menawarkan Solusi Pendidikan Pesantren Alternatif Dengan Konsep Integral Dan Model Pembelajaran Sistem Berasrama (Boarding), Siap Melahirkan Insan-Insan Yang Integral Baik Dari Aspek Kemampuan  Kognitif (Aqliyah), Aspek Afektif (Ruhiah), Maupun Aspek Psikomotorik (Jismiah). Dengan Sistem Tersebut Santri Akan Senantiasa Terkendali Dan Terkontrol Dalam Suasana Pembelajaran Yang Representatif Dan Celupan Nilai-Nilai Islami. Santri  Dikondisikan Dalam Lingkungan Yang Islami Serta Dalam Bimbingan Para Guru Yang Memiliki Dedikasi Tinggi Baik Dari Segi Keilmuan Maupun Keislaman.

Pondok Pesantren Hidayatullah Mataram  Salah Satu Lembaga Pendidikan Yang Tengah Memperbaiki Diri Khususnya Di Bidang Manajemen Dan Penimgkatan Mutu Akademik, Dengan Mengungsung Semangat Trilogi Yang Ingin Memaksimalkan Peran Sebagai Lembaga Keagamaan (Tafaqquh Fiddin), Lembaga Kependidikan, Dan Lembaga Social Kemasyarakatan.

Pondok Pesantren Hidayatullah Mataram Adalah Lembaga Pendidikan Yang Menerapkan Model Pendidikan Khalafiyah Atau Moderen. Siswa/Siswi Yang Menempuh Pendidikan Pada Lembaga Ini Dibekali Dengan Dua Kemampuan Secara Bersamaan, Yaitu Memiliki Pengetahuan Dan Penguasaan Ilmu Agama Yang Memadai Dengan Kemapuan Hafidz al quran, Membaca Kitab-Kitab Kalsik (Kitab Kuning) dan ilmu penunjang lainnya Sehingga Memungkinkan Untuk Menggali Ilmu Ilmu Agama Melalui Sumber Aslinya. Namun Pondok Pesantren Hidayatullah Mataram  Sadar Bahwa Kebutuhan Hidup Tidak Semuanya Dapat Dipecahkan Dengan Ilmu Agama Semata, Tetapi Anak Didik Harus Dibekali Juga Dengan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Dengan Mengkaji Serta Menggali Ilmu Pengetahuan Yang Dimaksud Melaluai Kurikulum integral. 

Hidayatullah hadir di NTB Berawal Dari Kepedulian Beberapa Aktifis Dakwah Yang Dikirim Oleh Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya. Yakni Abdullah Ihsan, Nur Hotib, Dan Ismuji, Didirikanlah Sebuah Yayasan Yang Bergerak Di Bidang Pendidikan, Dakwah Dan Sosial Yang Diberi Nama Yayasan AL-IMAN, Yang Selanjutnya Lebih Dikenal Dengan Sebutan Yayasan AL IMAN Hidayatullah Mataram Didirikan Pada Hari Jumat Tanggal 8 Maret 1991, Dengan Akta Notaris Nomor 10 Di Hadapan Notaris Sri Hartati, SH.

      Perjalanan Sejarah Itu Dimulai Ketika 2 Orang Pemuda Lajang (Nur Hotib Dan Ismuji) Yang Saat Itu Menjadi Santri Dewasa Di Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya Mendapat Tugas Untuk Membuka Lahan Dakwah Hidayatullah Di Kota Mataram. Saat Itu Bulan Oktober 1990, 16 Santri Dewasa Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya Mendapat Amanah Membuka Lahan Dakwah Hidayatullah Ke 8 Kota Di Seluruh Indonesia (Dili, Kupang, Mataram, Denpasar, Solo, Semarang, Yogyakarta, Dan Bandung). Di Antara Mereka Adalah Nur Hotib Dan Ismuji Mendapat Tugas Belajar Berdakwah Di Kota Mataram. Maka Pada Akhir Oktober 1990.

    Perjalanan Mengukir Sejarah Dimulai, 2 Pemuda Itu Berangkat Ke Mataram Dengan Naik Bus. Bekal Uang Dua Ratus Ribuh, 20 Eksemplar Majalah Suara Hidayatullah Dan 1 Pesan Dari Ustad Abdur Rahaman Bahwa Allah Di Surabaya Sama Dengan Allah Di Mataram. Tiba Di Mataram Mereka Ditampung Oleh Pak Isa Anshori (Seorang Dosen Di Fakultas Teknik UNRAM). Karena Tidak Ingin Menyusahkan Orang Lain Maka Akhirnya Mereka Tinggal Di Sebuah Kos-Kosan Ukuran 2x2 M2 Dengan Meminta Dispensasi Cara Membayar, Kalau Yang Lainnya Membayar Bulanan Atau Tahunan, Dan Dibayar Dimuka. Maka Mereka Minta Diberi Keringanan Untuk Membayar Mingguan, Dan Dibayar Di Akhir Minggu. Maklum Kegiatan Utama Mereka Adalah Mencari Pelanggan Majalah Suara Hidayatullah Yang Belum Tentu Mau Membayar. Alhamdulullah, Pada Januari 1991 Team Dakwah Hidayatullah Di Kota Mataram Semakin Lengkap Dengan Kehadiran Ustad Abdullah Ihsan Dengan Membawa Istri Dan 3 Putrinya Yang Masih Kecil.

     Awal Perjalanan Pesantren AL-IMAN Hidayatullah Mataram Penuh Dengan Perjuangan Dan Pengorbanan, Seperti Orang Gila Rasanya, Semuanya Serba Tidak Masuk Akal, 3 Orang Pemuda Berjalan Kaki Mengelilingi Kota Mataram, Dan Bahkan Sampai Ke Kecamatan Kediri Dan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat Jalan Kaki Bolak Balik Mencari Pelanggan Majalah Suara Hidayatullah, Sambil Menganyam Cita-Cita Hendak Mendirikan Pesantren Yang Representative.

Kos-Kosan Yang Luasnya Hanya 2x2 M2 Itu Kemudian Digunakan Sebagai Tempat Tinggal Keluarga Ustad Abdullah, Sementara Nur Hotib Dan Ismuji Beristirahat Di Berugak Kos-Kosan Atau Kadang-Kadang Iktikaf Di Masjid Raya At-Taqwa Mataram. Alhamdulillah, Pada Bulan Februari 1991 Bapak Isa Anshori Membantu Menyediakan Tempat Penampungan Sementara, Maret 1991, Bapak Musiyo Memberi Pinjaman Rumah.

Awal 1992 Yayasan Al-Iman Hidayatullah Mataram Kontrak Rumah Di Jl. Tri Brata 10 Ampenan, Dan Jl. Matarahi Gomong. Dan Akhirnya Pada Awal 1993 Dapat Wakaf Tanah Dari Bapak Rahmat Waluyo, Yang Saat Ini Menjadi Kampus Pendidikan Integral Yayasan Al-Iman Hidayatullah Mataram Nusa Tenggara Barat.

Sejak Berdiri Sampai Tahun 2003, Kativitas Yayasan Lebih Fokus Pada Kegiatan Social : Penyantunan Yatim Piatu Dan Du’afa, Baksos, Khitanan Masal, Abzar-Bazar Amal, Dll, Serta Kajian-Kajian Keislaman, Serta Majlis Ta’lim. Namun Sejak Tahun 2004 Sampai Sekarang Aktifitas Yayasan Lebih Terkonsentrasi Pada Penguatan Program Pendidikan Yang Telah Dirintis Sebelumnya, Yaitu : Madrasah Tsanawiyah Hidayatullah Tahun 1994, Madrasah Aliyah Hidayatullah Tahun 1995, Raudatul Athfal Yaa Bunayya Tahun 1996, Sekolah Dasar Luqman Al-Hakim Tahun 2002.

Mulai Tahun Pelajaran 2004-2005, Penguatan Pelayanan Pendidikan Dilakukan Dengan Menghadirkan Sekolah Integral Yaitu Pendidikan Berbasis Tauhid Yang Menggunakan System Pendidikan Integral Dengan Kurikulum Terintegrasi. Program Penguatan Di Bidang Pendidikan Ini Di Mulai Dari SD Luqman Al-Hakim Pada Tahun Pelajaran 2004-2005, RA Yaa Bunayya Pada  Tahun Pelajaran 2007-2008, MTs – MA Hidayatullah Pada Tahun Pelajaran 2011-2012. Alhamdulillah, Antusiasme Dan Respon Masyarakat Cukup Baik Terbukti Dengan Terus Bertambahnya Jumlah Murid Dari Tahun-Ketahun. terbukti Saat ini santri sudah mencapai 870 orang.

 


Banner



Kalender 2020


April 2021

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30